Produk

TAHU KUNING KHAS KEDIRI



Kota tahu, sebutan itulah yang akrab diberikan sebagai julukan Kota Kediri. Hal itu, karena salah satu makanan khas Kediri adalah tahu kuning. Jika kita berjalan di sepanjang Jalan Pattimura atau Jalan Yos Sudarso, akan kita jumpai banyak toko yang menjual dan memproduksi tahu kuning.

Sebagaimana namanya, tahu kuning adalah tahu yang berwarna kuning. Secara keseluruhan tahu kuning tidak jauh berbeda dengan tahu putih biasa. Perbedaannya hanya terletak pada warna dan proses akhir pembuatannya. Berikut ini akan dipaparkan beberapa hal tentang tahu kuning.

Penemu Tahu:

 Tahu, pertama kali ditemukan oleh Liu An, yaitu seorang bangsawan dari China. Tahu berasal dari kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu), yang secara harfiah diartikan sebagai “kedelai yang difermentasikan”. Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Makanan ini dibawa oleh para perantau China keseluruh dunia termasuk Indonesia. Di kediri sendiri, sekarang sudah dipatenkan produk tahu kuning sebagai makanan khas kota ini.

Bahan Dasar:
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa bahan baku tahu adalah kedelai. Untuk membuat tahu yang berkualitas tinggi lebih baik dipilih kedelai putih berbiji besar. Syarat kedelai yang bagus untuk menghasilkan tahu berkualitas adalah:
1.      bebas dari sisa tanaman (kulit, batu, kerikil, ranting, dll).
2.      tidak berlubang/bebas dari serangan hama
3.      biji kedelai tidak keriput
4.      tidak berbau, dll



                                 Gethuk Pisang Kediri



Selain tahu takwa, tidak lengkap rasanya kalau ke Kediri tidak membawa oleh-oleh gethuk pisang. Makanan ini sangat familiar jika anda datang ke Kediri. Rasanya yang manis legit akan menggoda selera anda untuk selalu ingin menikmatinya. Gethuk pisang biasanya juga disebut gethuk gedhang dalam bahasa jawa dan dikemas dengan bungkus daun pisang dan berbentuk seperti lontong.


Keberadaan gethuk pisang sebagai salah satu ikon kuliner Kota Kediri telah mengguratkan riwayat tersendiri. Meskipun belum diketahui mengenai asal-usul si manis dari Kediri ini, namun tradisi pembuatan dan pengolahan gethuk pisang diyakini sudah berlangsung secara turun-temurun dan diwariskan lintas generasi. Konon, gethuk pisang ini sudah populer sejak zaman Kerajaan Kadiri dan menjadi makanan kesukaan Dewi Sekartaji, putri dari Kerajaan Jenggala (pecahan dari Kerajaan Kadiri

Apabila Anda menginginkan gethuk pisang khas Kediri untuk oleh-oleh, Anda dapat membelinya di toko-toko itu, namun sekali lagi harus diingat, karena bahan-bahan dan proses pembuatan gethuk pisang dilakukan secara natural, maka Anda harus memperhitungkan juga daya tahan si gethuk pisang yang manis legit namun tidak tahan lama ini. Anda pun bisa langsung menyantap kelezatan gethuk pisang di kios-kios yang menyediakan sembari menikmati suasana Kota Kediri. Selain itu, keberadaan gethuk pisang sangat mudah juga Anda temukan di jalan-jalan utama Kota Kediri karena penganan ini sering dijajakan oleh para pedagang asongan maupun di lapak-lapak yang banyak berjajar di tepi jalan raya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar